Friday, December 11, 2009

Apa Kabar Keadilan?



Tadi gw ngobrol ngalor-ngidul sama temen-temen gw sambil makan siang. Awalnya ngomongin kuliah yang ga jelas juntrungannya tau-tau udah mau UAS aja... Trus loncat ngomongin artis Marshanda ntah apa yang ga gw ikutin sama sekali perkembangannya... Sampe akhirnya kita ngomongin hari anti korupsi sedunia kemaren. Pas pula di tempat kita makan TV nya lagi nayangin kerusuhan yang sampe ada acara rusak-merusak di jalan. Ngerusak rumah makan, dll. Kurang jelas pelakunya mahasiswa atau rakyat sipil. Tapi yang jelas menurut gw mereka sama sekali ga berhak ngelakuin hal itu. Kita, tidak punya hak merusak sarana umum karena itu milik kita bersama. Katanya demo mau nunjukin partisipasinya terhadap Hari Anti Korupsi, katanya mau demo demi menuntut hak kita sebagai rakyat yang diinjak-injak. Yang ga dipeduliin. Lah kok malah ngerusak milik rakyat juga sih? Itu yang namanya dari rakyat untuk rakyat?? Sampe sekarang gw ga ngerti apa gunanya rusuh-rusuh menuntut hak kek gitu. “katanya” sih menuntut keadilan. Tapi caranya kok ga jelas gitu. Tapi hukum dan pemerintah memang ga jelas juga sih. Ga tegas. Ga adil. Bullshit!

Liat aja kasus fenomenal Prita Mulyasari yang sampai menjadi headline utama di surat kabar Amerika The New York Times. Konsumen bicara masuk penjara. Inilah Indonesia. Ngakunya aja negara demokratis, mana kebebasan rakyat untuk berbicara? Untuk berekspresi? Sebagai pihak yang dirugikan dan DIPERMAINKAN Prita sangat berhak untuk protes terhadap pihak yang merugikannya. Dan ketika protesnya tidak hanya tidak ditanggapi, tapi bahkan dipermainkan oleh pihak RS, apalagi yang bisa dilakukannya selain curhat? Kita toh kalo ada di posisi Prita juga akan melakukan hal yang sama. Nah kok bisa sampe dihukum seberat itu?? Dimana keadilan? Kok malah para “penegak hukum” itu yang justru tidak menegakkan hukum. Dimana pula rasa kemanusiaan para petinggi-petinggi negeri ini melihat ketidakadilan sedang terjadi? Apa mereka membutamatakan hati mereka? Pura-pura ga liat, pura-pura gatau. Parah!

Di saat para petinggi itu membutakan mata hati mereka, justru sesama rakyat biasa yang menunjukkan rasa pedulinya terhadap Prita dengan menggalang dana melalui #koinpeduliprita. Ini bukan sekedar pengumpulan koin tentu saja, tetapi simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan. Ketika hukum tidak lagi memihak rakyat kecil, maka rakyat kecil lah yang harus saling bantu. Saling dukung. Saling support. Disaster bring the people together. Inilah gerakan rakyat. People power telah bekerja di saat petinggi2 negeri ini sedang melakukan hal “penting” lainnya.
Dan sekarang katanya pihak RS Omni International mencabut gugatan perdata nya dan Prita tidak lagi diwajibkan membayar denda 204 juta itu. Kenapa? Malu? Tengsin nerima duit koinan? Seharusnya kalian malu sebelum membawa kasus ini ke pengadilan karena justru kalian sendiri lah yang menyebarluaskan aib kalian ke depan umum. Bahkan di mata dunia, gara-gara kasus ini Indonesia terkenal sebagai Negara Hukum Terkorup di Dunia.


Belom lagi ketimpangan-ketimpangan yang terendus di luar sana. Kasus pencuri semangka yang dihukum 5 tahun penjara. Mencuri satu buah semangka dan diganjar LIMA TAHUN PENJARA? Pencuri memang harus dihukum, tapi masuk akal ga sih sampe dihukum selama itu?? Mencuri karena kehausan, belom sempat dimakan semangkanya eh udah ketahuan. Dipukulin sampe babak belur, ditodong senjata api, divonis pula 5 tahun penjara. Miris. Sadis. Bandingkan dengan beberapa kejahatan lain yang lebih besar tapi hukumannya lebih ringan daripada si pencuri semangka ini. Korupsi. Century. Jangankan dihukum, kasus ini bahkan berkemungkinan untuk mati suri. Dimana letak keadilan? Timpang bukan?? Seperti temen gw bilang, “Hukum terkikis uang.”

Dan gw pernah berdebat dengan Lendra Bayu tentang masalah ini di twitter. Dia bilang, pencuri tetap harus dihukum. Yup! I do really agree with u sir. Tapi hukuman harus setimpal. Dimana letak adilnya kalau pencuri semangka dihukum lima tahun penjara sedangkan kejahatan lain yang lebih besar? Misalnya koruptor, mana lama banget vonisnya, potong masa tahanan, potong masa ini itu, diskon sana sini, tinggal berapa bulan masa tahanannya. Contoh lain kasus Marcella Zalianti terkait kasus penculikan dan penyiksaan berencana. Apaan, setelah emak dan adeknya nangis sana-sini, tuntut sana-sini, ga terima sana-sini, sok jadi korban, ga sampe setaun juga udah keluar dari bui. Kenapa? Karena dia artis? Disorot?

Lagi-lagi gw dibantah sama Lendra Bayu. Katanya hukum ga menilai seseorang dari status ekonomi dan sosialnya. Tapi bukti dan penyampaian alibi yang penting. Nah, bukti apa? Semangka? Ih, tetap alasan itu gamasuk akal bagi gw. Alibi apa? Orang-orang kaya mah gampang nyari alibi, tinggal sewa pengacara ternama, si pengacara lah yang akan berdebat dan memutarbalikkan semua fakta dan BUKTI yang ada di pengadilan itu. Nah kalo pencuri semangka? Ya elah, kehausan aja masih nyuri semangka mau nyewa lawyer pake apa? Semangka? Miris. Sadis. Bikin nangis.

Semoga para penegak hukum kita sadar, bahwa mereka ada untuk menegakkan keadilan, bukan untuk membela siapa yang membayar mereka. Semoga mereka sadar dan memperbaiki reputasi hukum Indonesia yang sangat jelek di mata dunia. Semoga kabar keadilan kita semakin membaik pula. Semoga… Amiin..

34 comments:

ferdivolutions said...

pertamax duluuuuu.... cihuy

ferdivolutions said...

" Kita, tidak punya hak merusak sarana umum karena itu milik kita bersama. " --> gw setuju!!!

dan tumben u posting ttg ginian, kaget lho gw...
tentang prita gw kesian, semoga cpt kelar, gw ga terlalu update bgt sih soal prita, soalnya gw kuliah pagi... dan klw malam, gw Online... hahahhaa

Andie said...

dan banyak dari yg ikut demo hari anti-korupsi itu tidak tahu tujuan apa mereka ikut demo. mereka hanya dikasih duit 20 ribu, lalu demo. ---- kayaknya sang pencuri semangka dan sang pencuri kokoa 3 biji itu harus mencuri 6.67T dulu supaya bisa bebas. *melirik kasus century*

mira said...

ferdi : gara2nya tadi siang nonton TVone, lagi membahas kasus2 ini. miris.

andie : woi belajaaaarr!! sempet2nya komen. iya, harusnya para pencuri amatir itu nyurinya yang gedean dikit ya. cuma mereka nyolong karena terpaksa. buat bertahan hidup. kalo ngga, ga bakal deh nyolong semangka sebiji gitu.

gaelby salahuddin said...

Indonesia msih didominasi para penegak hukum BEDEBAH.
Sila ke2 pancasila, tdk berlaku buat rakyat kecil. Rakyat kecil menengah hanya bsa mengais keadilan di negerinya sendiri. Mbak Prita simbol perlawanan rakyat, Merdeka !

LeBay said...

akan saya buat postingan tandingan wahai saudari mirra^^

ninneta said...

Kalo sampe PRita kalah berarti udah confirm bahwa negara ini nggak punya hukum yang bisa dipercaya....

Clara said...

wihhh, tulisannya berapi-api nih...
keadilan di sini memang miskin, mudah"an petinggi-petinggi di sana bisa belajar dari semua kejadian yang udah memojokkan indonesia di mata dunia...

Hijau Lumut said...

"Semoga kabar keadilan kita semakin membaik pula."
Aamiin....

Aulawi Ahmad said...

selama kita hidup tidak akan pernah merasakan keadilan hakiki dari sesama manusia, so kita cuma bisa berusaha belajar untun menyikapi dan memaklumi he2

mira said...

gaelby : MERDEKA!!

LeBay : kabari saya segera saudara lendra!! :D

ninneta : dan itulah kenyataannya. miris.

Clara : semoga saja mereka masih punya malu Clara.

hijau lumut : amiiinn...

mira said...

aulawi ahmad : jadi keadilan macam apa yang ada di antara manusia ini om??

kak_ega_punya cerita said...

postingan nya keren!!

bener, dmana letak keadilan?? saya juga berpikir kasus century bakal mati suri :(

LeBay said...

Sudah hadir postingan balasannya, kiranya anda sudi mampir:

http://wordscrafter.blogspot.com/2009/12/adil-gak-sih.html

wandy.popok said...

kalo saya bilang (dan orang2 juga banyak pada bilang) -> hukum yang adil, cuma berlaku sama rakyat kecil, minoritas dan nggak punya uang. itu realitanya.

Agung Aritanto said...

sekarang saya meragukan keadilan,menurut saya keadilan sekarang hanya kepunyaan orang berduit abiiis kalau banyak duit ngelanggar hukum enak banget ga di hukum berat

Ivan@mobii said...

Buu Mira, ak setuju sama sipopok. Kena keadilan t hanya brlaku d golongan itu saja? Sedhx pencuri semagka itu g da yg bntuin. Toh Prita lbh mapan k tmbg dia...

mira said...

kak ega : makasi kak.. iya, kasus century sama sekali ga ada titik terangnya.. *sok tau* :D

Lebay : sip! mampir gan!!

Popok : ga adil ya pok..

agung : exactly think the same..

Ivan : yang punya semangka ngotot pencuri semangkanya dihukum van..

annie said...

Salam kenal ...
terima kasih ya sudah mampir dan koment di artikelku.

annie said...

sekarang barangkali keadilan masih diperjuangkan, tapi yakinlah selalu ada harapan, selama kita terus berjuang. Misalnya, didiklah anak-anak kita tentang adil, akhlak plus pengamalannya, kelak saat mereka jadi penguasa negeri ini, keadilan itu jadi raja!

eh lupa, kamu kayaknya masih gadis ya? hehe ...

mira said...

annie : masih gadis? #halah
iya mba, makasi ya sudah mampir balik.

anindyarahadi said...

yah begitulah... hukum benar-benar berdiri TEGAK untuk masyarakat tertentu saja.. oh ya Mira. link kamu sudah saya pasang.

ataaaaa said...

ini cuma masalah oknum sebenarnya dan kita tidak bisa menuduh semua penegak hukum itu tidak bisa adil juga peduli rakyat kecil. cuma yang disayangkan, justru petinggi-petinggi hukum itu sendirilah yang merusaknya :)

semua orang bisa saja berkomentar, tapi bila kita diposisikan dalam pihak mereka juga tertekan. konteksnya adalah si penegak hukum itu sendiri tapi tidak melakukan kecurangan. for example, ayahnya teman saya harus mundur dari pekerjaannya sebagai polisi karna ini. yaa karna tertekan. masyarakat kebanyakan sudah menilai buruk peranan polisi padahal tidak semua seperti itu. yaa kita tinggal wait and see bagaimana kelanjutan proses hukum di Indonesia :)

cukup percaya suatu saat pasti ada keajaiban, toh mereka juga bagian dari kita. kalo kita skeptis terus, ya percuma. mereka akan tetap menjadi bagian dari kita dan itu justru memperburuk nama negara kita sendiri :)

ataaaaa said...

kayanya kamu lupa masang banner aku bangga jadi anak indonesia deh :))

Yolizz said...

aku juga ga suka sama demo yg kemaren itu,, yang namanya demo itu kan fungsinya untuk memberikan dukungan secara moral biar korupsi bisa dibersihin dari negara kita,, tapi kok yah pada kenyataannya malah merugikan rakyat kecil aja toh?! udah buat macet,, teriak2 yg ganggung banget!! aiihh,, ngakunya mahasiswa itu manusia intelek tapi kok kelakuannya sama sekali ga intelek yah?! kalo mo demo yah demo pake cara yang bener dong ahh...

Rosi aja said...

seburuk apapun yg terjadi di negeri ini saya yakin banget masih ada orang2 yang berhati bersih, dan salam manis saya untuk keadilan.

Ra-Kun said...

kali ini cuma berkunjung,
salam :)

RanggaGoBloG said...

wah... rame juga blognya... ikut nimbrung akhh... biar ketularan terkenal... heheheheheheh....

sekalian follow lho...

elpa said...

bener yg ataaaa bilang,gak semuanya para penegak hukum gak ikut aturan,para oknum yg hanya ngambil keuntungan saja yg sanggup mencemarkan keadilan...buat mereka para oknum uang adalah segala2nya,gak punya hati nurani.smua yg nyangkut agama,norma di ketepikan..

zeki said...

benar mir.. para petinggi negara ini seakan2 menutup mata. contohnya bapak presiden kita. gw sangat berharap banyak sama beliau. jadi penentu bersihnya negara indonesia. tapi si presiden malah cuci tangan dan hanya bersumpah tidak ikut serta. padahal kita memojokkan beliau agar beliau bisa jadi penengah. bukan bilang "mari kita serahkan semua pada proses hukum" padahal "proses hukum" itu sendiri sudah ga murni lagi alias diatur oleh Anggodo. sama aja itu dengan tutup mata..
cih! gw kecewa sama SBY!!

mira said...

anindya : sip. siap dipasang balik!

ataaaaa : iya ta. setuju dah.. disini kejadian gara2 nila setitik rusak susu sebelanga. pandangan orang udah jelek aja. eh, ga ding, yg bener, gara2 nila sebelanga, susu setitik ga keliatan. ini yang lebih pas kata2nya. blah..
iya, udah dipasang kok bannernya. lupa. he3..

yoliz : mahasiswa juga kebanyakan ikut2annya aja.

Rosi : iya, selalu ada.walau ga keliatan.

Ra-Kun : silahkan..

Rangga : makasi, ntar di follow balik..

elpa : ho'oh.. mata hati dibutain uang. uang emang penting. banget. tapi kan bukan prioritas utama. -__-'

mira said...

zeki : pemerintahan SBY kali ini, dari awalnya aja udah ga lancar. geez..

yanuar catur rastafara said...

keadilan sekarang hanya ada bagi orang yg berduit
tuh nenek minah juga patut di ajungi jempol untuk kesabarannya

mira said...

saya kurang tau kasus nenek minah. tapi ya semoga dia ikhlas deh. cobaan. he3..