Thursday, March 24, 2011

teruntuk Mas Pengemis di Simpang Empat SKA

di simpang empat SKA


Mas, saya sudah berapa kali melihat mas meminta-minta di perempatan sini..
Dengan kaki sebelah "buntung", mas,  bermodalkan tangan dan pantat bergerak ke sana-sini, dengan gagah berani menadahkan tangan demi sesuap nasi..
Mas, saya nggak tau gimana rasanya nggak punya kaki..
Dan mas, demi sesuap nasi rela memaksakan diri berpura-pura tidak mempunyai kaki..
Jangan sampai doa itu dikabulkan Tuhan suatu hari nanti..

11 comments:

i-one said...

memang masnya punya kaki?klu ada waktu kunjungi blog ane ya

attayaya-jembatan-earth said...

banyak pengemis penipu
berpura-pura luka, padahal luka dibuat dari bubur nasi yang diwarnai.
pura-pura ga punya.... padahal memiliki rumah 7 petak
hmmmmmmm.........

Aina said...

ehhh... beneran ya ni orang gak punya kaki??? duh, kok tega-teganya ya pura-pura kayak gitu... gak takut apa kalo ntar kualat gak punya kaki beneran????

Andie said...

emang sering gitu, coba deh rasain biar kapok mereka. lebih terhormat pengamen deh daripada mereka cih!

btw, mereka juga bikin macet jalan!

.PoetZ. said...

Yap, gara-gara orang kayak gini gw jadi ragu untuk menyisihkan sedikit uang jajan untuk kaum dhuafa. Mereka ini mencoreng nama baik kaum pengemis! >,<

papillonique said...

Gue yakin klo dia masih mau usaha, Tuhan ngasih jalan yg lebih baik dari menjadi seorang pengemis.
Jadi pemulung jauh jauh lebih terhormat, dia aja yg ga membuka diri untuk mencari rejeki dengan lebih terhormat.

semoga, semua pengemis didunia ini, sadar,
klo mengemis itu dibenci Tuhan, apalagi pake pura-pura gak punya kaki
Naudzubillah :(

Sugito Kronjot said...

jdi inget film india yang ngisahin pengemis profesional...

demi mengemisnya lancar, tangan ma kaki rela di gorok...

ah, dunia semakin kejam...

Djangan Pakies said...

assaamu'alaikum Mbak, salam kenal moga ini jadi awal silaturrahim.
peminta-minta, saya juga kemarin posting tentang peminta-minta. Kalo kasusnya seperti itu, jelas bukan sebuah kebutuhan melainkan sebagai bentuk kemalasan.
miris ya mbak kalo doanya terkabul

aulia said...

Saya baru saja pulang dan di jalan berpapasan dengan seorang bapak tua berpakaian lusuh, ia mengepit koran di ketiaknya. Sepertinya jualan koran MX. Dan sekarang sudah hampir jam 9 malam. :(

puteriamirillis said...

miris ya miwwa..liat orang seperti itu,,,entah benar..entah salah saya kasihan lihatnya...

baby Dija said...

padahal belom tua ya Tante...
masih kuat kalo mau bekerjaaa