Thursday, April 28, 2011

Buku Baruuu~

Seperti yang pernah saya ungkapkan di sini, bahwa saya ingin kembali mengoleksi novel dan komik, maka bulan ini pun saya mulai mewujudkannya. Begitu gajian (sok mentang-mentang udah punya part time job hihi :D :D) saya langsung capcus ke Trimedia buat belanja. Bulan ini beli satu novel dan dua komik aja. Tiap bulan musti dijatahin  kalo nggak mau kebablasan huhu.. 

Nah, sebetulnya saya punya daftar buku yang ingin dibeli  tapi seperti hal lainnya yang selalu terjadi pada saya, apa-apa pasti selalu melenceng dari rencana awal.  

book to buy list

Tapi yang saya beli adalah: dua buah komik Detective Conan dan sebuah novel berjudul Refrain. Excuses nya sih Naked Traveler dan Naked Traveler 2 lagi kosong stock nya di Trimedia, sedangkan Catatan Mahasiswa Gila nya Adithya Mulya belum masuk. Sisanya ya Lost in Tokyo yang udah sempat saya pegang bukunya, tapi ntah kenapa pas jalan ke kasir, sempetin liat-liat novel lain dulu, eh malah kecantol sama cover si Refrain ini. Cover nya cakep sih, ada suratnya lagi (ditempel di cover) dengan memo sangat bikin kepo sekali, “Saat cinta selalu pulang”) Damn it, saya langsung menukar si Lost in Tokyo dengan si Refrain

buku baru :)

Pulang dengan semangat membara, sampe di rumah langsung disampul buku dan komiknya biar nggak kotor.    Tapi setelah mulai dibaca, ternyata oh ternyata, ceritanya nggak sebagus cover novelnya. Dua bab pertama selesai dibaca saya nyerah. Itu novel boring banget dengan inti cerita percintaan anak SMA. See, I’m no longer an alayer. Udah bukan jamannya gw baca novel percintaan begitchyuuuu huhuhu.. Oke, nggak ada gunanya menyesali buku yang sudah terbeli, bulan depan beli buku lain yang mudah-mudahan lebih sesuai selera ya.. 

Kalo komik Conan yang saya beli sebetulnya  demi tujuan melengkapi koleksi aja sih. Sebelumnya baru punya sampe nomer 56, lama gak ke Gramed eh tau-tau udah sampe nomer 60 aja. Kemaren beli dua dulu, nomer 59 sama 60, bangkrut kalo beli sekali empat. Loh, kok acak? Kok gak beli yang 57-58 dulu? Karena saya sudah baca jauuuuuuh dari seri yang diterbitin di Indonesia. Kalo di Indonesia, seri yang ke-60 ini mungkin baru sampe episode 590-600,  yang saya baca sudah sudah sampai episode 732. Ini juga bacanya sudah berbulan-bulan yang lalu, alias yang Indonesia ini ketinggalan banget. Jadi kalo mau cepat ya mending baca di manga-online aja. Tapi yang penting koleksi lengkap kan hehehe.. 

P.s: No review soal novel nya. Baca nya belum selesai. Trus takut juga sih kalo mau review jelek. Kapok pernah kena masalah sama dosen karena ngomong jelek. :P :P Takut bermasalah lagi kalo ngomong macam-macam. Demokrasi cuma tagline  kayaknya di negara ini.

Monday, April 25, 2011

Lovely Mitchy

Baby Mitch :*

Ini Mitchy. Kucing kesayangan di rumah. Sebenarnya di rumah kita pelihara dua kucing, yang satu lagi namanya Momo. Momo ini udah tinggal sama kita sekitar dua tahunan, sedangkan Mitchy ini masih anak baru. Umurnya kira-kira lima bulan dan baru tinggal sama kita sekitar tiga bulanan. Awalnya Mitchy ini kucing temannya adek sepupu saya, Nita. Induknya Mitchy melahirkan beberapa ekor anak dan akhirnya anak-anaknya diserahkan kepada beberapa orang teman untuk diadopsi. Dua di antaranya diadopsi oleh Nita dan pacarnya, Randi. Nita bawa pulang Mitchy, Randi bawa pulang Chiko.

Nah, lima hari lalu Mitchy tertimpa musibah. Pagi itu dia lagi main-main di teras, biasanya dia gak dibolehin keluar rumah karena takut diserang kucing lain, tapi karena pagi itu saya dan Puput juga lagi di teras buat manasin Joko (motor saya) dan Maya (motor Puput), jadi kita biarin  aja dia main di sekitar teras. Kasian juga kan tiap hari dipingit mulu di dalam rumah. Sialnya, ada momen dimana kita terlalu sibuk sama motor dan Mitchy yang melihat celah kelengahan kita itu langsung capcus lari keluar pagar. Dan apa yang kita takutin kejadian. Boby, the kucing garong next door, rupanya sudah menunggu di luar. Mitchy yang kaget (baru liat makhluk lain sejenis dia selain Momo) pun terpaku. Bingung. Diam ngeliatin Boby. Boby bak penjahat kelas kakap pun mulai memamerkan taringnya dan menggeram. Kami yang mendengar geraman Boby pun tersadar. "Mitchy!!!" teriak Puput. Terlambat. Boby sudah menyerang duluan. Boby menerkan Mitchy dan mereka pun bergumpal. Kami lari buat ngelerai. Mitchy terlepas dari terkaman Boby dan langsung lari ke teras. Boby yang jadi tersangka utama melarikan diri. Kami pun lari menyusul Mitchy. Kasian Mitchy. Saking takutnya dia sampe boker-boker. Serius deh ya kucing kalo ketakutan sampe boker-boker gitu. Jangan kan Mitchy si anak baru, Momo yang udah lebih senior aja udah sering banget  diserang Boby sampe boker-boker begitu.

Pasca penyerangan Mitchy trauma. Shock banget dia kayaknya. Gak mau dipegang selama beberapa jam dan kalo didekati dia bakal menggeram dan nyakar. Dan seharian itu juga dia kehilangan selera makannya. Nah yang kita gak  sadari, rupanya penyerangan itu selain menyebabkan dampak psikis juga meninggalkan luka pada tubuh Mitchy. Keesokan harinya baru nyadar kalo pangkal ekor Mitchy bengkak. Banget. Akhirnya kita bawa Mitchy ke dokter. Alhamdulillah di blok depan ada tempat praktek dokter hewan jadi gampang kalo mau bawa berobat Mitchy. Hari itu, Mitchy disuntik. Buat menghindari infeksi kata dokternya. Oke. Kita pulang dengan membawa Mitchy yang mengamuk.
Dan tadi ada hal baru yang kita sadari. Penyebab kebengkakan ekornya adalah adanya dua luka menganga yang kemungkinan disebabkan oleh cakaran Boby. Lukanya lumayan besar. Dan berarir. Kita kaget. Bawa Mitchy ke dokter lagi. Bersihkan lukanya. Kasi obat. Suntik  lagi. Kali ini Mitchy lebih mengamuk dari sebelumnya. Setelah disuntik dia menggeram sangat marah dan muter-muterin meja buat ngejilatin bekas suntikannya. Perih kali ya. Terus yang gak kita sangka Mitchy loncat dari meja dan kabur. Keluar ruangan lewat pintunya yang agak kebuka. Lari, nyebrang jalan, hamvret sumpah sesak napas saya yang gendut begini ngejar-ngejar dia. Dibantu abang-abang yang duduk di rumah sebelah akhirnya Mitchy berhasil ditangkap. Bawa pulang. Dia masih menggeram marah. 



Sekarang Mitchy lagi ngulet-ngulet di ujung kamar buat nyari posisi wuenak buat tiduran. Susah dia buat tiduran, pantat pangkal ekor luka, punggung bekas suntikan. Sakit banget kayaknya bekas suntikannya itu. Semalaman dia menolak dielus. Kasian kasian Mitchy. :(((

Friday, April 22, 2011

Lagi-lagi Soal Pengemis


Saya sudah pernah membahas tentang pengemis berkaki buntung dua kali yaitu di sini dan ini. Nah kali ini saya ingin membahas tentang rekan mereka, para pengemis kecil.
Kenapa saya bilang, karena pengemis anak kecil yang saya perhatikan tempat mangkalnya sama denga para pengemis 'buntung' itu yaitu di perempatan SKA. Saya memang sering memperhatikan para pengemis di sini karena saya hampir setiap hari lewat sana. Pengemis kecil ini ada satu orang yang sudah beberapa kali saya tandai karena sikapnya yang sangat tidak baik untuk seorang anak kecil. Perempuan pula. Hal yang membuat saya ingat dengan si kecil ini adalah ketika ada pengemis "buntung" baru di area mereka. Mungkin karena menganggap persaingan akan semakin ketat dengan adanya si 'buntung' baru, dia jadi kurang suka dan menginginkan agar si 'buntung' baru pergi. Hal ini ditunjukkan dengan cara mengata-ngatai si 'buntung'. Gak terima dihina, si 'buntung' balas caci. Umpat-mengumpat dilanjutkan tanpa peduli pada pengendara yang memandang mereka. Dan karena merasa kalah akhirnya si kecil meraup pasir di pinggir jalan dan melemparnya pada si 'buntung'. Lampu berubah hijau dan kami berlalu dari situ dengan kesan mendalam pada si kecil. #halah

Dan kemaren, lagi-lagi saya melihat si anak kecil ini. Kali ini dia berdua dengan temannya, sama-sama pengemis kecil. Awalnya  saya gak memperhatikan mereka sampai saya mendengar kata-kata yang sangat tidak pantas terlontar dari mulut si kecil.

"Kau poyo!! Poyo lonte!!" umpatnya marah pada si teman.

Cuma empat kata itu yang terdengar oleh saya karena setelah itu lampu berubah hijau dan kami pun berlalu. Tapi lagi-lagi hal ini menjadi bahan pikiran saya di sepanjang jalan pulang. Bagaimana bisa kata-kata semacam "poyok" dan "lonte" keluar dari mulut seorang anak yang umurnya mungkin tak lebih dari 6 tahun?? Kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan oleh orang dewasa apalagi oleh anak seumuran dia. Merinding rasanya pas dengar teriakan itu. Dia tau gak sih apa yang dia ucapin itu? Atau itu cuma sekedar digunakan untuk meluapkan emosi pada si teman tanpa tau apa yang dia ucapkan? Ntahlah.. Saya penasaran sama si kecil itu. Kasian. Sekaligus jijik sebetulnya. Tapi lebih besar kasihannya. Lain kali kalo lewat sana pengen ajak ngobrol rasanya. Mungkin bawain dia sedikit makanan  dan minuman. Kalo  uang nggak lah. Soalnya mungkin saja ada sindikat yang memperkerja-paksakan anak-anak seusia itu di sana dan uang yang dikasi ke si anak malah digunakan untuk hal yang gak gak oleh orang-orang tak bertanggung-jawab itu.

Kontras

TPA Rajawali

Kebetulan lewat, langitnya lagi bagus banget. Walau pemandangan di bawahnya Tempat Pembuangan Sampah, langitnya tetap keliatan cakep banget. Kuasa Allah memang gak ada cacatnya.

Published with Blogger-droid v1.6.7

Tuesday, April 19, 2011

Sepanjang Jalan Pulang

Waktu di jalan pulang les tadi ada dua hal yang saya notice :
1. Ingat pengemis yang pernah saya ceritain di sini? Yang modusnya  pura-pura berkaki satu? Nah, dulunya pengemis semacam ini di perempatan SKA arah ke Labuh Baru itu  cuma ada satu orang, sekarang udah berkembang jadi tiga orang. Tadi yang saya liat cuma dua orang sih, tapi saya ingat yang dua orang tadi itu bukan yang biasanya nongkrong di sana. Yang dua ini anak baru kayaknya. #halah Kok saya bisa yakin banget? Ya iyalah, seminggu lima kali saya lewat  sana tiap  berangkat dan pulang les mau gak mau hapal juga kan mukanya. Yang dua ini baru wajahnya, belum familiar. Nah, yang saya gak habis pikir,, mereka pikir sebodoh apa sih orang-orang yang lewat sana sampe percaya ada tiga orang pengemis berkaki satu di sana. Modus persis sama. Cowok-cowok berumur belasan atau dua puluhan yang melipat satu kaki ke dalam celana sehingga mereka terlihat buntung sebatas lutut, terus ngesot kesana-kemari dengan tampang memelas berharap orang-orang bakal kasian sama mereka. Puhleaseeee..  =__="

2. Kalo yang kedua ini soal sampah. Bukan, bukan soal sampah-sampahan yang saya bahas di sini, ini soal lain. Ini soal seorang pengendara mobil yang seenaknya membuang sampah di depan muka saya di jalan pulang tadi. Ini nih yang namanya DON'T  JUDGE THE BOOK JUST FROM THE COVER. Mobil boleh keluaran baru. Plat boleh plat pesanan. Tapi sikapnya  kalah dari pemulung. Pemulung aja kerjaannya mungutin sampah kan. Nah ini, cover orang kaya tapi jaga kebersihan aja gak bisa. Di jalan raya besar, gak pula sepi, ini jalanan lagi padat-padatnya semrawut sana-sini, dia seenaknya buka kaca jendela dan melempar sampahnya begitu saja. (kena motor gw hoi!) Sampahnya bukan pula tisu atau kertas, tapi gelas plastik bekas minuman yang masih ada es batunya!! Serius ya itu yang buang sampah gak punya otak. Padahal pas gw intip (kaca jendela pengemudi terbuka lebar) yang nyetir itu ibu-ibu perlente yang keliatannya high class banget, di sebelah ada anaknya pula, cowok, masih kecil. Ckckck... Contoh ibu yang baik sekali bukan. Pengen saya teriakin rasanya...

Sunday, April 17, 2011

How to Kepo Someone (part I)

Kepo is my middle name. Kepo-ing someone is (sometimes) my main job. #halah
Ada sangat banyak cara buat ngepoin orang. Biasanya sih semua itu tergantung pada situasi dan kondisi yang memungkinkan dan ke-kepo-an seseorang. #dobelhalah
Jadi ini ceritanya saya ingin berbagi cara ngepoin orang. *senyum jumawa*
check it out!

Saya pernah baca di sebuah buku (lupa buku apa), katanya kalau ingin memata-matai (atau mencari tahu) tentang seseorang maka mulailah dari sampah mereka. Sampah yang dimaksud ya benar-benar sampah. Sampah yang di tempat sampah itu. Kalian akan kaget mengetahui seberapa banyak informasi yang disediakan oleh sekantung sampah karena biasanya orang akan membuang yang terburuk sekalipun ke tempat sampah.

Misalnya: kita mulai dengan membongkar tempat sampah di kamar saya. Dengan membongkar tempat sampah ini paling tidak akan didapatkan beberapa informasi tentang saya tiga hari belakangan ini. (lumayan buat re-call)


ini tempat sampah saya


Setelah dipisah-pisah kita akan mendapatkan:
sampah kemasan makanan dan minuman ringan
Setumpuk besar kemasan makanan  ringan yang mana bisa langsung disimpulkan bahwa saya suka ngemil. Cemilan favorit saya Cheetos net dan Oreo Cake btw.. Murah meriah kan.. :))
P.s: di antara kemasan chiki-chikian itu (kalau kalian jeli) juga ada dua sachet kosong Vegeta Herbal which means si pengkonsumsinya yaitu saya  sedang mengalami masalah pencernaan atau konstipasiong. Nah, terbuka sudah satu aib.. T.T
tisu

Next, ada setumpuk sampah tisu. Kemungkinan-kemungkinan yang ada adalah:
1. saya maniak tisu
2. saya sering nangis belakangan ini (kan ngelap air mata pake tisu)
3. saya lagi flu

3 lembar plastik

Satu plastik bungkus jilbab, satu plastik sampul buku, satu lagi pastik kresek bening. Kemungkinannya:
1. saya baru beli jilbab
2. saya  baru nyampul buku (kalo ngerobek nggak mungkin, soalnya plastiknya masih baru dan bekas digunting)
3. kresek kresek, mungkin bekas jajan goreng. #halah

rautan pensil

 Nah kalo yang ini apa ya kemungkinannya.. Saya meraut pensil? Jelas. Pensilnya buat apa? Buat nulis. Atau buat ngupil? Oke, skip!
memo yang udah dikucek-kucek
MEMO!! Ini kunci penting kalo kita sedang memantau seseorang. Memo atau notes yang berserakan seperti ini sangat penting! Isinya bisa pengingat, bisa pesan, atau bahkan jadwalnya. Fufufu,... 

ikat pinggang putus
 Ikat pinggang yang putus, bisa karena sudah tua, atau karena nggak muat lagi. Yang manakah yang paling memungkinkan?? 


mouse dan kotak mouse 

sepotong karton. kertas dan label jilbab
Sepotong karton yang bahkan saya gak ingat itu darimana datangnya atau buat apa, sepotong kertas yang udah dikerimukin dan isinya tentang curahan hati saya *eaeaeaea* dan sepotong label jilbab. 


Nah, bagaimana menurut anda? Apakah cara ini efektif buat ngepo-in orang? As I said before, itu tergantung sikon dan taraf ke-kepo-an seseorang. Selamat mencoba!! :D :D

P.s: Saya pernah ngubek-ngubek liat di tempat sampah si *sensor* dan nemu Durex dalamnya. Menurut lo?

Thursday, April 14, 2011

Warung Bakso di seputar Pekanbaru

Bakso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. (wikipedia)
Bakso adalah makanan yang sangat popular di kalangan masyarakat Indonesia.
Dan bisa dibilang, bakso adalah makanan favorit saya.
Jadi, mengingat selama tiga hari berturut-turut ini saya makan makanan yang mengandung unsur bakso, maka saya akan menulis pendapat saya tentang tiga warung bakso yang saya kunjungi selama tiga hari itu pula..

1.      CafĂ© Bakso Anyar – Tulang Rusuk dan Mie Ayam
Lokasi di jalan Rajawali, Sukajadi – Pekanbaru

Sebenarnya ini pertama kalinya saya mampir di warung bakso ini. Niatnya waktu itu emang wisata kuliner, jadi emang sengaja muter-muter nyari tempat makan baru. Maka dengan insting yang seadanya, dan bensin motor secukupnya, jadilah saya sore itu muter-muter Pekanbaru hanya demi mencari sebuah tempat makan baru. Gak berapa lama muter maka terpilih lah tempat ini untuk menjadi ajang coba rasa.  Hahaha #halah
Mampir, flirting dikit sama abang tukang bakso mari-mari sini aku mau beli, pesan semangkok bakso dan segelas es teh, lalu duduk manis.

not bad :P
Begitu mangkok bakso sudah di depan mata, yang pertama kali saya lakukan adalah mencicipi kuahnya. Kuah bakso plain tanpa tambahan kecap, saos dan garam itu menurut saya penting banget. Itu lah cita rasa bakso yang kita makan sesungguhnya. (ampun gaya gw)
Dan rasa kuah bakso itu adalah.. jreng jreng jreng.. ringan. J Segar. Menurut saya mungkin karena mecinnya gak berlebihan. Tau sendiri kalo makanan kebanyakan mecin itu rasanya gimana. Saya sendiri gak begitu tahan  sama mecin, kalo makanan yang saya makan kebanyakan mecin biasanya langsung sakit kepala, pusing keleyengan gitu. Tapi yang ini nggak, segar.  Tapi emang agak tawar sih. :P
Tapi saya lumayan suka kok. Mie nya lembut, baksonya lumayan padat, dan harganya juga bersahabat. Semangkok bakso mie plus dua gelas es teh (salahkan cabe ijo keparat itu!!) cuma seharga lima belas rebu. Asoy..

2.      Bakso Mataram
Lokasi di jalan Delima, Panam - Pekanbaru

Hari berikutnya, secara tidak sengaja saya mampir ke warung bakso berikutnya, yaitu Bakso Mataram. Beneran gak  sengaja lho. Ceritanya siang itu saya ke Ahass jalan Delima karena Joko udah waktunya buat diservis lagi. Nah, sambil nungguin Joko diservis, perut kruyuk-kruyuk minta makan. Di sebelah bengkel Ahass terpampang besar tulisan “BAKSO MATARAM” mengundang jeritan perut semakin jelas. Jadi ya wesss,, mampir ae hehehe…
Sebenarnya saya sudah nggak asing lagi sama warung bakso yang satu ini. Sewaktu SMA warung bakso ini merupakan salah satu tempat makan favorit saya. Selain rasanya lumayan, tempatnya juga lumayan cozy, ada lesehannya, dan harga juga pas anak sekolahan. Jadi sewaktu kelaparan di bengkel emang gak ragu lagi buat mampir ke sini.
Akan tetapi, setelah bertahun-tahun gak pernah mampir ke sini lagi, kondisi  fisik maupun mental warung sudah berubah jauh. Begitu memasuki warung hal pertama yang saya tangkap adalah, “Buset! Sepi amat.”
Warung sunyi senyap lengang melangang. Yang terlihat Cuma dua-tiga orang mas-mas pelayan yang duduk duduk melongo menanti pelanggan. Begitu saya masuk langsung ada mas yang datang menghampiri. Buat nanya pesanan tentu saja. Karena siang itu panas banget, saya gak pesan bakso. Aneh aja makan siang di hari sepanas itu bakso. Yang saya pesan adalah nasi goreng special (tapi teteup pake bakso :P) dan teh botol. Makan siang yang sangat standar.
Sembari menanti pesanan saya melihat-lihat kondisi bangunan warung yang sudah banyak berubah. Karpet tempat lesehan bolong di beberapa tempat. Kebanyakan bekas rokok. Dinding bambu yang dulunya keren sekarang sudah  lusuh dan gelap. Meja makannya aduhai ampun berminyak. Meja tempat saya duduk itu, begitu naro tangan di meja, langsung berasa lengketnya. Pas di lap pake tisu errr… +_+
Skip this thing, kita lanjut ke makanan.
As I said before, makanan yang saya pesan adalah nasi goreng special yang mana seharusnya berupa nasi goreng asap beraroma sangat menggiurkan dengan tambahan beberapa butir bakso. Yang saya dapatkan adalah nasi goreng lembek berasap dengan beberapa tambahan bakso. Oke mungkin tidak terlalu berbeda kecuali nasinya yang lengket-lengket dan aroma menggiurkannya yang tiada. Saya makan dengan nestapa.

P.s: Harga nasi goreng special + 1 botol the Sosro = Rp.14.000,-
P.s.s: no picture, saya makan sendirian di sana dan mas-mas nya banyak, tengsin mau foto-foto haha..

3.      Bakso Wisata – which is warung bakso favorit saya J
Lokasi di jalan Rambutan, Pekanbaru

Nah yang ini saya kasi  dua jempol deh. Very recommended!! Bakso nya luar biasa mantap. Besar dan enak dan halus dan legit dan rasanya selangit. Mie ayamnya juga. Saya nggak terlalu mem-favorit-kan mie ayam sih tapi sebagai pemakan segala jenis makanan, mie ayam di sini juga lumayan  patut dicoba. J
Nah, tadi malam (lah sekarang juga malam?) sekitar jam 7-an  lah saya mampir buat mencoba pangsit di sana. Saya sudah pernah makan di sana puluhan kali sebenarnya tapi yang saya pesan biasanya bakso. Kalo gak bakso ya bakso. Kalo gak ya bakso. Pangsit belum pernah sama sekali. Maka berbekalkan rekomendasi dari Greatqo buat mencoba pangsit nya, maka dengan tekad bulat dan bismillahhirohmanirrahim, maka sepulang les tadi mampir lah saya ke sana.
Pesan semangkok pangsit dan segelas es jeruk. Begitu pangsitnya datang..
BUSET DAH DAUN SOP NYA =__="

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, anda tau apa rasanya pangsitnya di lidah saya? GAK ADA RASA. Usut punya usut rupanya flu saya sudah mencapai taraf ke indera perasa mati rasa. Bakso yang biasanya buat dimakan aja saya sayang-sayang saking sayangnya tadi yang berasa cuman asinnya doang. Pangsitnya? Beneran gak berasa. Bahkan es jeruknya juga sepet doang yang berasa. Saya mau nangis. Sakit ini sangat merugikan! Saya kehilangan selera makan!! *nangis darah*
Lihat saja nanti, begitu flu ini sembuh saya  akan kembali ke sana!!

p.s: Kalo harga di sini cuma lebih mahal beberapa ribu kok dari tempat yang sebelumnya.  Pangsit + es jeruk + tempe goreng= Rp. 16.000,-

Randomly Random (I)

 Mouse Baru
Setelah sebulan lebih bertahan dengan mouse separo rusak yang gak bisa dimanfaatkan lagi fitur klik kanannya, akhirnya kemaren beli mouse baru juga. Mouse optic  biasa sih. Tadinya ditawarin sama Wawan-Sales buat beli mouse yang wireless tapi belum sanggup beli. Harganya seratus ribuan lebih. Yang ini murah meriah cuman dua puluh lima rebu rupiah hihihi..

2.       Jilbab
Saya seharusnya menabung demi mewujudkan keinginan ini, tapi apa daya tangan tak sampai, akhir-akhir ini saya tergoda banget buat beli jilbab Rabbani. (Say bye bye sama jilbab petak) Dalam seminggu beli empat buah jilbab. Ampun memeras kantong banget. Perbandingan harganya sama jilbab biasa 1:4 pula. Kalo jilbab petak polos satunya cuma sepuluh sampe dua belas rebu, jilbab Rabbani ini harganya hampir mencapai lima puluh rebu!! Enyak bagi duit.. T.T

3.       Sakit
Seminggu ini jadwal ngajar dobel. Yang biasanya les dari jam 4 sampe jam 6 doang, sekarang harus ngajar dari jam 2 sampe jam 6. Sebenarnya malas banget, tapi gara-gara Sawli kena cacar (dia yang ngajar Jayson dari jam 2 sampe jam 4) terpaksa deh gantiin dia. Enaknya sih pendapatan seminggu ini jadi dobel. Gak enaknya, capek gila! Biar cuma tambahan ngajar satu anak selama dua jam, tetap aja yang gak biasa kerja jadi kalang kabut juga. Imbasnya demam. Sejak kemaren udah bersin-bersin , tenggorokan juga jadi seret banget. Tapi baru berasa banget hari ini. Flu. Ingusan. Batuk. Sakit kepala. Badan berasa rontok. Besok mau izin gak enak pula, soalnya udah janji sama Sawli buat gantiin dia seminggu ini. Trus jam ngajar sendiri juga gimana . Haduh weekend please come to Mama!!  >,<  >,<

4.       Nilai TOEFL
Btw, setelah tiga minggu menanti akhirnya hasil TOEFL keluar juga. Hasilnya tidak begitu memuaskan. 530. Tapi mau gimana, kemampuannya cuma segitu toh hehehe.. *ketawa garing*
Padahal kalo hasilnya mencapai 550 Ferdi mau ngirimin pulsa  dua puluh rebu  lho.. :P :P

5.        Well, enough about this random things. Kita lanjut review soal warung bakso. Yuk murrree...

Tuesday, April 12, 2011

Gundah

Hari ini terakhir  pendaftaran seminar proposal/seminar hasil/kompre untuk bulan ini. Dan BAB II pun belum tersentuh sama sekali. Memang dari kemaren targetnya bulan Mei sih, tapi melihat sudah begitu banyak teman yang proposal (bahkan udah ada yang selesai dan menyandang gelar sarjana) tak urung hati dag-dig-dug gak karuan juga. Apalagi BAB I pun belum terasa mantap sama sekali. Belum berani menghadap dosen juga sebelum BAB I-III selesai. Gundah gulana galau sentosa. Please give me strength, Allah. This is kinda hard for me.. 

Saturday, April 9, 2011

Warung Mobil


percaya nggak kalo semua mobil di sebelah kanan jalan itu warmob semua?
Kalau kalian tinggal di Pekanbaru, kalian pasti tidak asing lagi melihat pemandangan seperti ini di jalan di belakang kantor gubernur. Di sepanjang jalan Cut Nyak Dien ini, kita akan melihat banyak  sekali mobil-mobil yang sekilas hanya terlihat seperti mobil biasa yang sedang parkir, tetapi kalau didekati lagi akan terlihat bahwa sebenarnya mobil ini adalah mobil-mobil pedagang. Yap! Para pedagang mobile atau yang biasa disebut warmob ini (singkatan dari warung mobil, mereka sendiri yang memberi nama itu lho) sekarang terlihat banyak sekali menyebar di sekitar kota Pekanbaru. Dan yang paling banyak memang di belakang kantor gubernur. Menurut info yang saya dapat dari seorang teman saya yang mamanya adalah salah satu pemilik warmob ini, ada sekitar 20 warmob yang tersebar di sepanjang jalan Cut Nyak Dien, dimulai dari bundaran odong-odong di belakang Pustaka Soeman HS, sampai ke perbatasan jalan Ahmad Yani. Jumlah yang cukup banyak mengingat jalan Cut Nyak Dien ini hanyalah jalanan kecil yang panjangnya mungkin tidak sampai satu kilometer. 

Warmob ini seingat saya dulu hanya ada satu, seorang ibu-ibu bermobil kijang keluaran tahun 90-an yang menjual kolak duren. Konteks dulu di sini maksud saya sekitar tiga tahun yang lalu. Saya sendiri sering membeli kolak duren si ibu kijang ini karena selain enak, harganya juga sangat bersahabat, hanya tujuh ribu rupiah satu porsi. Tapi ntah sejak kapan tau tau warmob ini menjadi semacam tren hingga sekarang jumlah warmob ini sudah mencapai puluhan mobil. Makanan yang dijual kurang variatif menurut saya karena sebagian besar dari mereka tetap menjual kolak duren (yang mana menurut saya tidak seenak kolak duren si ibu kijang), tetapi ada juga yang menjual makanan lain, di antaranya cendol, sop buah, roti jala, dan pisang ijo.

Mama teman saya yang saya sebut tadi (namanya Febi) berjualan pisang ijo. Bisa dibilang Mamanya Febi ini termasuk senior di dunia per-warmob-an. #halah Mereka adalah pedagang nomer tiga yang bercokol di jalan belakang kantor gubernur ini sebelum akhirnya beranak-pinak menjadi sekian banyak. Yang paling senior tentu saja si ibu kijang, saya nggak tau apakah beliau masih jualan atau nggak karena susah juga mencarinya di antara sekian banyak mobil yang bertebaran, yang nomer dua saya nggak tau siapa, nah yang ketiga ya mamanya Febi ini. Dengan bermodalkan dagangan yang lumayan variatif yaitu pisang ijo dan palu butung, bisa dibilang dagangan mereka lumayan laris dibandingkan pedagang lainnya. Pisang ijo masih awam sih bagi orang Pekanbaru. Paling tidak sebelum ada beberapa pedagang  warmob lain yang ikut-ikutan berdagang pisang ijo melihat kelarisan pisang ijo Mama nya Febi ini.

warmob Mama Febi


tampak belakang :P

Well, ngomongin soal pisang ijo, pisang ijo ini adalah makanan asli Makasar. Walau keluarga Febi ini bukan orang suku asli Makasar, tapi nenek dari mama nya memang lahir dan besar di Makasar (keluarga papanya asli Riau). Nenek Febi ini konon katanya bahkan sudah punya restoran pisang ijo di Kendari. Jadi, dengan mewarisi bakat memasak dan berbisnis dari si nenek, kira-kira dua tahun yang lalu mama Febi pun akhirnya bertekad  untuk mempunyai usaha warmob dan tada inilah mereka sekarang salah satu mobil paling laris di jagad per-warmob-an.  Profitnya  lumayan gede lho jualan begini. 

Bagi yang belum tau pisang ijo, pisang ijo masih makanan sejenis kolak juga. Bahan utamanya adalah pisang raja yang dibalut kulit berwarna hijau, lalu saos atau kuahnya yang juga berwarna hijau (warna hijau didapat dari sari pandan), dikasi es batu dan sirup gula berwarna merah lalu sedikit susu kental manis, dan tadaaa dengan modal sepuluh ribu rupiah kita akan mendapatkan seporsi pisang ijo yang enak dan mengenyangkan. Kalo palu butung mirip sama pisang ijo, Cuma beda di pisang. Palu butung menggunakan pisang kapok dan pisangnya nggak dibalut. Harga lebih murah dari  pisang ijo, hanya delapan ribu rupiah per porsi. Kalau ingin mencoba silahkan datang ke jalan Cut Nyak Dien, mobil pisang ijo ini biasanya bertengger di belakang mesjid kantor gubernur/ di samping kantor Dinas Pendidikan. Mobilnya Taruna warna hijau. Eits, jangan tertipu dengan mobil lain yang juga berjualan pisang ijo, sudah  dicoba rasanya beda. 
pisang ijo

Salah satu warmob yang ingin saya rekomendasikan lagi adalah warmob sop buah madu nya tante Ari. Mobilnya persis ada di depan mobil pisang ijo Mama Febi. Mobil paling ujung sih di jalan itu. Sop buah nya enak dan segar banget. Murah juga. Hanya tujuh ribu rupiah seporsi.

P.s: Belakangan ini kami bahkan melihat sebuah warmob yang menjajakan nasi padang. Bedanya sama warmob-warmob yang lain, warmob ini bergerak alias muter-muter nyari pelanggan. Mobilitas sekarang memang jadi tuntutan besar ya.. *geleng-geleng kepala*

Special Thanks

CHAPTER I is done yay!!!
First of all, thanks to Allah for all the opportunity which has given to me.. Please make it easier for me to do chapter 2.. amin..
Thanks to my friends (Vinna, Widya, Zaldi and some others who cannot be named #halah) who really support me and give me a lot of advice.. It really helps me guys.. :))

Also a special thanks to a cup of hot chocolate which keep me alive awake and accompany me in the middle of the night. I love u..
 This chocolate drink is ultra delicious! U have to try it!! #bukanpostinganberbayar

Thursday, April 7, 2011

Aku, Kamu

Aku ingin menulis, tentang kamu.
Kau yang selama ini jadi teman baikku.
Kau yang selama ini selalu memberi dorongan dan menyemangatiku.
Kau yang tak pernah kusadari artinya dalam hidupku..

Tapi kini, ketika kau mengenalkan seorang lain sebagai pendampingmu..
Aku tertohok, tergugu..
Tak kusangka akan merasa kehilangan akanmu..
Terkejut karena kurasakan rasa sakit itu.
Semacam tak ikhlas karena sekarang kau bersamanya..
Sepercik duka karena kau miliknya..
Haha aku hanya bisa tertawa..

Review: Life As We Know It


Hari yang lumayan melelahkan, jadi malam ini saya memutuskan untuk menonton film saja alih-alih mengerjakan chapter 1 yang masih terombang-ambing itu.. Setelah memilah beberapa film yang tersedia (yang belum saya tonton tentunya) pilihan pun jatuh pada Life As We Know It, sebuah film yang sudah cukup lama saya incar karena ada Josh Duhammel nya. Kyaaaa ada Joshua kyaaaa... *sok akrab sama Josh*


So,  melihat poster film ini,  gak perlu orang jenius buat nebak kalo film ini ber-genre komedi-romantis. Seorang bayi berpopok dengan botol susunya, plus si super hot Josh Duhammel ber-kolor-ria di belakang si bayi dengan sebotol bir di tangannya, dan seorang wanita cantik yang tentu saja bintang utama wanita mengejar di belakang mereka. Oh how I love this kind of movie.. *senyum kiyut*

Cerita diawali dengan pertemuan pertama Holly (si pemeran utama wanita yang bahkan saya tidak mau repot-repot untuk mengingat atau mencari namanya) dan Messer (my lovely Josh Duhammel) yang diberusaha dijodohkan oleh teman mereka. Namun belum sempat mereka berkencan, pertengkaran tak terelakkan dan ini menjadi pertemuan pertama yang mengerikan bagi mereka karena setelah itu mereka tetap harus saling bertemu. Teman-teman mereka yang berusaha menjodohkan mereka tadi (Peter dan Alison) akhirnya menikah dan punya anak dan Holly dan Messer harus selalu menjadi bagian dalam setiap momennya. Bagian terburuknya lagi adalah, kedua teman mereka tadi meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas dan anak mereka, Baby Sophie, diwariskan kepada Holly dan Messer karena hanya mereka berdualah kerabat terdekat yang bisa dipercaya. Yah, disinilah cerita dimulai menarik. Bagaimana Holly dan Messer mengawali masa-masa hidup bersama mereka dan mengalami masa menolak mengakui kenyataan. Konflik-konflik yang muncul tidak terlalu banyak dan endingnya dapat ditebak dengan sangat mudah, Holly dan Messer yang sejak awal sudah bermusuhan bisa berbaikan bahkan jreng jreng uhuk uhuk jreng sejak kedekatan mereka selama merawat Sophie. Sorry lho itu bukan spoiler, soalnya di semua film ber-genre seperti ini ending ceritanya memang predictable banget kan. Not a bad thing actually. Di saat-saat suntuk bin mumet begini siapa yang butuh film berat iya kan? Yang penting enjoy. #halah

Tuesday, April 5, 2011

Kata Pepatah

"Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau."
Yang gendut pengen kurus, yang kurus pengen gendut. Yang berkulit gelap pengen putih, yang berkulit putih pengen berkulit gelap. Yang berambut kriting pengen lurus, yang berambut lurus pengen kriting. 
Manusia memang gak ada puas-puasnya ya.


Tersebutlah saya mempunyai seorang adik sepupu. Anaknya lumayan cantik dan berambut lurus, panjang, dan tebal. Tapi seperti kata pepatah, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, maka kemaren sore pergilah dia dengan riang gembira, bermodalkan uang hampir setengah juta rupiah, ke sebuah salon lumayan ternama di kota Pekanbaru ini dengan tujuan mengeriting rambutnya. Tetapi oh tetapi, ketika pulang matanya terlihat sembab. Rupanya hasilnya tidak sebagus yang diinginkan. Bisa dibilang malah lebih bagus rambut lurusnya saja. Tapi apa daya tangan tak sampai, nasi sudah menjadi bubur, besar pasak daripada tiang, rambut keriting sudah terjadi. Ya dinikmati saja.. :)

Sunday, April 3, 2011

Pangsit yang Recommended

Jadi juga makan pangsit. :))
Setelah tersesat sana-sini karena saya gak ingat lokasi, akhirnya ketemu juga di jalan sebelah. Kita salah jalan rupanya, bukan di jalan Cumi-cumi tapi di jalan Ambu-ambu hihi.

Ini teman-teman yang nemenin saya makan..
"Recommended emang nih, ga sia-sia nyasar sana-sini nyarinya" komentar Indra..


Kenny: padahal baru makan tepat sebelum pergi sama kami, tapi pangsitnya biar pedes abis juga ya ken :P

P.s: tempat jualannya emang biasa banget, tapi rasa emang gak bisa bohong.. :))
P.s: worthed banget makan di sini, selain rasanya yang lumayan enak, juga sangat bersahabat dengan kantong. Satu porsi mie pangsit plus satu gelas teh "mandi" alias manis dingin dihargai cuma dengan sepuluh ribu rupiah saja.. :D :D

Saturday, April 2, 2011

Random

Hari ini saya kesal sekali. Dua jam nongkrong di warnet Marsu tidak menghasilkan apa-apa . Tidak mungkin materi yang saya cari tidak ada. Ntah tidak pintar memilih keyword yang benar atau tak sengaja menekan "Saya Tidak Sedang Beruntung" button, ntahlah..

2.31 p.m
Sekarang saya sedang duduk di koridor kampus sendirian. Karena kesal jadi gak napsu makan. Tapi apa daya perut berkata lain. Tidak dimasukin apa-apa sejak tadi jadinya dia protes juga. Ganjal pake susu dan roti saja lah. *malas-malasan ngesot ke kopian Ajo*

*jeda makan*

Sebotol susu coklat Frishian Fl*g dan sebuah roti coklat buatan Biggs Bakery pun berpindah tempat. Sebetulnya lagi pengen makan mie pangsit, tapi jam segini mau cari mie pangsit dimana kan. Tunggu sore sajalah nanti. Kemaren pernah makan mie pangsit enak (dan pedas) banget sama Boby di jalan Cumi-cumi. Pengen ngajak si Kenny makan di sana. Ken, kalo kamu baca postingan ini segera SMS aku. Kalo enggak aku makan sendiri aja ya.. #ngeloyorpergi (ini niat ngajakin ga sih)
Published with Blogger-droid v1.6.7

Friday, April 1, 2011

Me Me Me !

a parampaa from Teguh Budianto


a hand creation of Turangga Sukandar Putra
a vector face, created by Teguh Budianto



Thank you so much for these so cute pictures, guys.. Like 'em too much.. :))
P.S: Gambarnya nggak ada yang mirip dong yaaa~

Hello April

Tanggal 1 April menjelang. Tau kenapa saya senang? Sama seperti sebagian besar orang, saya juga menanti-nantikan tanggal 1 setiap bulan. Karena tanggal 1 itu artinya kiriman datang. :D :D

Tapi kali ini beda. Kiriman tetap datang tentu saja. Tapi, sejak tanggal 13 kemaren saya punya pekerjaan sendiri, which means saya juga akan punya gaji sendiri :D :D  Yihhaaaa~
Btw, here are some of my wishes on April..



#APRILWISH


Mulai nabung buat ke Yogya.. BismilLah....

Beli 1 novel dan 1 komik, kan mau mulai ngoleksi buku lagi.. :))

Beli sendal keren yang di Kulkith itu ya Allah pengen banget >,<

Proposal selesai, biar Mei bisa seminar!! amin...

Postingan bulan ini harus lebih dari 20 dong ya hihi.. #teteup