Monday, August 22, 2011

Invitation

I got a birthday invitation. From a 7 years old boy. *hening*
Yap. SEVEN.





Tiada kesan tanpa kehadiranmy teman :)




to: me

Actually, he is one of my students di tempat les and this is my first time being invited to  their birthday party after almost 6 month teach 'em.. I mean, I have 8 students, and every single student celebrate their birthday by holding a party. But the others didn't invite me before, that's why I am a bit excited. But, I think I wouldn't make it. The party is on Tuesday at 6.30 and I already have an appoinment (iftar jam'i) with my friends. So, I just will find him a cute present and say sorry coz I could not come. He won't mind, I'm sure.. 

Monday, August 8, 2011

BuBar #1

Kalo udah bulan puasa begini kita pasti akrab dengan istilah BuBar alias Buka Bareng kan? Saatnya berkumpul dengan teman-teman lama yang udah lama banget nggak ketemu. Mempererat silaturahmi dengan orang-orang yang jarang kita temui. Atau mungkin sering ketemu, tapi bukan dalam kondisi seperti ini. Misalnya dengan teman-teman sekantor yang sebetulnya kita temui setiap hari, tapi dalam mood yang berbeda. Saya pribadi misalnya, menjadikan momen-momen berikut ini sebagai ajang untuk bertemu dengan teman-teman lama saya. Teman teman semasa SMA misalnya. (Saya nggak pernah berbuka bersama teman-teman SD/SMP saya karena saya dulu bersekolah di sekolah Katholik dan notabene hampir semua siswa yang bersekolah di sana adalah non-Muslim. SMA baru cabut ke Sekolah Negeri).

Oke, sebetulnya fokus utama cerita saya bukanlah Buka Bersama dengan teman-teman lama. Ntah kenapa sok-sok pake introductory segala tadi. Langsung aja kenapa sih? *ketok kepala sendiri*

Tadi itu saya BUBAR nya sama Kenny  kok. Yah Kenny lagi Kenny lagi. Tiap hari ketemu, tiap hari ngobrol, tiap hari kelayapan bareng, masih juga sok-sok mau buka bareng. Tapi berhubung ini semua adalah iktikad baik nya dia dan dia bersedia menanggung segala biaya dari acara ini alias DITRAKTIR, maka saya pun setuju. Mau banget malah. :P

Jadi rencana awalnya kami mau bubar berdua aja. Ceritanya biar romantis gitu.. #halah #HomoDetected
Si Kenny kan lagi kebelet kawin makan sate paporit dia di jalan Rambutan sono. Tapi nggalau juga pengen nyoba makan ayam penyet di tempat makan baru di daerah Panam. Tung itung itung,, pikir punya pikir, akhirnya tujuan utama kita ditetapkan ke: sate jalan Rambutan!

Tapi seiring waktu berlalu,, rencana pun mulai berubah arah. Yang awalnya kami mau bubar berdua aja, tiba-tiba jadi bertiga sama si Rio. (Kenny lagi tajir punya hajatan buat nraktir Rio juga) Yang awalnya mau makan sate campur (sate ayam campur kambing) di Rambutan, banting stir jadi makan ayam penyet. "Nggak tega nraktir sate tok!" begitu alasan si Kenny. Kami yang ditraktir mah manut-manut wae, yang penting makan enak dan gratis :P #TossSamaRio

Maka tadi sore begitu pulang les, saya langsung cabut jemput Kenny. Si Rio (yang awalnya mau ikutan bareng ke rumah Kenny) malah langsung ke tempat makan aja. Mau ambil tempat, takut udah pada  dipesan, katanya. Kami oke. Begitu saya sampai di rumah Kenny, Rio pun sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Pesan tempat, pesan makanan. Kenapa makanannya langsung dipesan? Soalnya kata pelayannya "Kalo nggak pesan sekarang nggak tanggung jawab ya kalo pesanan nya lama datang." Jutek banget tuh pelayan minta dicubit bibirnya. Digituin sama pelayan judes, si Rio sebel. Wes pesan aja. Apa susahnya mesan doang. Awas kalo masih telat datangnya ya!

Kurang dari 20 menit perjalanan kami pun tiba di sana, tempatnya lumayan penuh karena memang jam-jam nyaris \ berbuka begitu tempat makan pasti pada penuh ya. Tunggu punya tunggu, ternyata masih lama, waktu buka masih 20 menit lagi. Kami masih sempat beli air kelapa muda dan foto sana sini malah. Beberapa menit sebelum waktu berbuka pesanan kami datang. Belum semua. Baru nasi dan ayam bakar saya dan Kenny yang datang. Terjadi pula beberapa kesalahan. Minuman Kenny salah antar. Ayam penyet Rio nggak sengaja dijatuhin sama Mas pelayannya, jadi musti nunggu lagi. Cah kangkung kami juga belum datang.. Padahal tadi udah sok judes banget sama pelanggan. Mana sampe bedug Maghrib juga gak datang-datang. Rusuh. Saya dan Kenny , yang udah lapar banget, mulai nyemil-nyemil nasi. Bukannya nggak mau nungguin Rio ya, tapi Rio itu nggak puasa. Jangan tanyakan kenapaaaa karena aku tauuuu~~

Nyemil nasi, potek-potek ayam, kami nggak begitu selera makan. Ntah karena kekenyangan minum air, atau nasinya yang keras banget dan kering karena nggak ada kuah (cah kangkungnya masih belom nyampe) pokoknya makannya nggak selera banget. Sampe akhirnya .... ADA LALAT IJO NELUR DI AYAM NYA KENNY!




yang putih-putih tuh telurnya
Langsung cuci tangan dan bayar. Kami cabut dari tempat itu dalam kondisi belum kenyang! Kenny emosi. Kami (saya dan Rio) kekurangan nutrisi. #halah Pikir punya pikir,, juragan Kenny yang bijaksana pun memutuskan sesuatu, "Mari kita lanjut makan sate!" teriaknya penuh semangat di parkiran tempat makan ayam penyet yang now u know why I didn't mention the name since the very beginning. Forbidden. Kecuali kalian nggak keberatan ngumpulin #KoinBuatMiwwa kalo kalo yang terburuk terjadi.

 CUss... Kami langsung tancap gas ke jalan Rambutan. Alhamdulillah sate nya masih ada. Kelanjutannya tau sendiri lah ya.. Parkir. Pesan. Pesanan datang. Makan. Ngobrol sampe tua. Kalo udah sama Kenny + Rio ini memang topik obrolan selalu. Hangat. Mengenyangkan. Tak ada habisnya. Kalo nggak ingat terakhir kali buka bareng kemaren pulangnya jam 11 dengan kondisi hampir diusir dari rumah, nggak ingat pulang tadi mungkin. 8.30 pm kami sudahi perbincangan. Pulang.




Kenny dan Rio + sate cedap centosa


P.s: Nama warung ayam penyetnya sengaja nggak disebutkan, u know why, no? Yang pasti bukan Ayam Penyet Pemuda Semarang lho..

P.s.s: Sate yang kami makan ini lumayan enak. Tempatnya biasa banget. Sempit malah. Tapi rasanya berbanding terbalik. Muaknyoss. Layak dicoba. Sayang nggak ada namanya jadi susah mau promosiin. Lokasinya: di jalan Rambutan kira-kira 200m dari  jalan Adi Sucipto. Detail: ntar kalo lewat sana tak perhatiin lebih cermat lagi.

Happy Fasting y'all!! Hati-hati milih tempat berbuka ya :))


Saturday, August 6, 2011

Ikhlaskan~

Habis gelap, terbitlah terang. Setelah terang ya gelap lagi. Ini yang cocok dinamakan dengan istilah roda itu berputar, iya kan? Hidup kadang di bawah, menuju puncak, lalu dijatuhkan lagi.
Itu lah yang sedang saya alami sekarang. Setelah terlalu berlebihan bersenang-senang kemaren malam,, akhirnya ada juga musibah yang menimpa. tepat di keesokan paginya. 

Tadi pagi. Sehabis sahur saya nggak bisa tidur karena kasur dipipisin Mitchy. Tapi emang nggak berniat tidur juga sih, soalnya jam 7 saya ada janji mau menjemput teman. Salah seorang teman saya waktu SMP dulu datang dari Medan ke Pekanbaru untuk keperluan tertentu. Karena dia udah lama banget nggak ke Pekanbaru dan nggak pernah pula menetap di sini dalam waktu yang lama, maka dia nggak tau kondisi dan situasi Pekanbaru saat ini. Jadi dia menghubungi saya, dan meminta saya kalau kalau saya bisa menjemputnya dan mencarikan sebuah penginapan. Saya oke. Not a big deal. Jam 7 saya udah stand by. Saya tanya dia mau dijemput dimana? Setelah pembicaraan yang agak berbelit-belit, akhirnya saya setuju untuk menjemputnya di stasiun intra di Arengka 2. Seriously, I had no idea about that intra thing. Satu-satunya petunjuk adalah intra itu adalah loket bus dan saya memutuskan akan menyusuri jalan arengka 2 untuk menemukannya. 

Saya berangkat dengan agak lemas. Soalnya bete dia SMS-in mulu. "Cepat ya" "Kamu udah dimana?" "Jauh ya Arengka 2 dari kota?" dsb dsb dst dan kalo SMS nya nggak dibalas dia bakal langsung menelpon yang mana malah membuat saya panik dan memperlama perjalanan, hingga akhirnya...

Saya jatuh dari motor. Terpeleset sewaktu mau menepi dan me-reject telp darinya. Jatuh ke kanan. Kepala terhempas. Pipi memar. Bibir bengkak (kayaknya terbentur gigi), lutut robek, jeans robek, sikut lecet, Joko lecet (di tempat yang persis sama dengan kejatuhan saya yang sebelumnya) dan hp terhempas. LCD nya pecah. Separuh layar hilang, menghitam.

Masih masuk SMS darinya. Menanyakan lokasi keberadaan saya. Saya balas singkat. Sebentar, jatuh dari motor. Langsung saya bangkit (ditolong sama mas mas yang lewat sama ibu nya, Makasi ya Mas :) ) dan melanjutkan perjalanan. Jujur, perasaan udah dongkol banget. Kesal, tapi nggak bisa dikeluarkan. Saya susuri Arengka 2, ketemu di daerah Sigunggung. Dia sudah menunggu di warung dekat sana. Setelah berbasa-basi sedikit, saya antarkan dia ke wisma yang dekat dengan lokasi tujuannya, lalu saya tinggalkan dia di sana. Masih ada yang bikin saya kesal sama dia di sana, tapi sudahlah. Yang penting janji saya lunas. 

Berikutnya, cari tempat berteduh dan mengobati luka. #halah Kabur ke rumah Kenny. Kalo saya pulang dalam keadaan berdarah-darah begitu bisa-bisa motor ditarik nanti. =__=" Luka beres, dirawat dengan Suster Kenny dengan sangat telaten dan menyiksa. Luka basah begitu dicocol pake *botyl masaaaaa.. *nangis kejer* *sumpah perih banget itu* Tiup sana tiup sini, cocol sana cocol sini, plester sana perban sini, selesai. Tinggal satu masalah lagi. Handphone! 

Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, akhirnya saya putuskan untuk membawa handphone tersebut ke service center. Dengan ditemani oleh ex-suster Kenny (masih) , maka siang bolong tadi kami berpetualang menyelusuri jalan Sudirman untuk mencari Sony Ericsson Service Center yang sialnya kami temukan telah bertransformasi menjadi Duta Ponsel?? *bingung* Cek SE Center yang di MP, lha ilang juga?? Apa-apaan ini? Konspirasi alam semesta sekali rasanya untuk membuat hari ini penuh siksaan. Dongkol-sedongkolnya. Akhirnya diputuskan untuk kabur ke M*delux saja. Dengan siksaan tambahan kejutekan mbak-mbak disana, akhirnya handphone itu diperiksa. 
Keluhan: abis jatuh, layar menghitam sebagian. 
Diagnosa: LCD pecah. 
Solusi: ganti LCD, tidak bisa diperbaiki.
Biaya: 400k IDR

Nggak pake banyak pikir saya langsung iya kan saja. Oke! Ganti! Mana tahan pake hape yang layarnya cuma keliatan sebelah kan. Kalo ada SMS masuk aja butuh waktu beberapa lama untuk mereka-reka isi keseluruhan SMS nya, belum mau mbales. Repot kuadrat.

Handphone akan selesai dioperasi dalam waktu kurang dari satu jam. Kondisi keuangan: seret. Cari ATM terdekat. Satu-satunya solusi ya ambil tabungan. Lha udah nemu ATM, giliran duitnya nggak bisa ditarik. Kartunya tidak terdaftar and bla bla bla.. begitu katanya. DONGKOL PANGKAT EMPAT!!! Everything went not good today. Udah desperate housewife banget rasanya, sampai akhirnya "Pinjam uang Erma aja dulu!" Hadirlah ide jenius untuk meminjam uang pada Big Boss Erma yang selalu punya uang pegangan itu. Calling sana calling sini Bog Boss Erma bersedia meminjamkan uang (tanpa bunga kan bnd?) dan bahkan dengan sangat baik hatinya menawarkan untuk mengantarkan uang itu ke tempat kami berada. *peyuk Erma* *ai loph yu bnd* Akhirnya ada juga penyejuk di hari yang penuh cobaan ini..

Dalam setengah jam Erma datang membawa uang dan kebahagiaan. Handphone selesai, cek beby cek, LCD baru, touch sensitivity ; fine, tampilan perfect (anyway, wallpaper nya masih gambar patung telanjang yang dipasang Gilang kemaren!!! GAMPAR!)

Bayar! Pulang. Hutang 400rb? Lupakan! *dibakar Erma*

Pipis Mitchy & Oleh-oleh

It's 4.51. Sahur ☑ ,  imsak ☑  subuh  ☐  belom adzan.
Saya ngantuk. Sangat mengantuk actually. Tidur jam 1, bangun jam 4, cuma tidur 3 jam, dan sekarang nggak bisa tidur karena kasur saya dipipisin Mitchy. Ini yang ke-udah-nggak-terhitung-lagi kalinya. Eh, enggak gitu gitu amat juga sih, ini yang kelima kayaknya.. Tapi tetep aja nyebelin. Itu bocah nakal banget nggak tau kenapa hobi pipis di kasur saya. Kasur yang lain nggak pernah dipipisin soalnya. Kenapa kasur saya doang, kenapa?? Padahal sehari-hari dia bisa kok pipis di kamar mandi, kenapa di momen-momen tertentu dia harus memilih kasur saya untuk dipipisin?? Kenapa? KENAPA?? *nangis bombay* *ke India*

Aniway,, I am so in the mood right now fufufu.. Lagi seneng :) banget
Temen saya baru pulang dari Kansas City, Amerika, setelah dua bulan berada di sana dalam rangka mengikuti program Indonesia English Language Study dan dia membawakan kami banyak sekali oleh-oleh. Banyak yang saya maksud adalah benar-benar banyak. Ada kaos, coklat, postcard, prangko, recehan uang, sampe beberapa barang lainnya yang menurut saya terlalu mahal untuk menjadi oleh-oleh. Saya sendiri mendapat kaos (semuanya dapat sih), postcard, coklat, beberapa recehan uang quarter dollar dan dime (saya minta uang kertas gak dikasi, padahal $100 aja cukup kali ya #digampar) dan dua buah novel Harry Potter  English Edition yang udah lama banget saya pengenin. Oh my God, oh your God, oh Our God,, saya seneng banget :)))

an envelope with my name on it, all in it is mine :)
P.S: Thank u so much Boby Satria :)) Ntar kalo ke Beijing pulangnya bawa oleh-oleh lagi ya :)) #MauLo